Minggu, 11 Januari 2015


JOKO DOLOG

                One day the regency of Surabaya was visited by Prince Situbanda , son of Regrent Cakraningrat in Madura , accompanied by his two bodyguards , Gajah Seta and Gajah Manggala . He was welcomed by the Regent of Suarabaya , Regent Jayengrana .
          “Welcome to my regency , Prince Situbanda .”greeted Regent Jayengrana . Then they were talking aboout many things especially about the situation on both regencies.
          “Yes , Sir . I’d like to propose your daughter , Dewi Perbawati.” said Prince Situbanda .
          Adipati Jayengrana felt very happy , but could not decide whether his daughter was willing to or not . Then he invited Purbawati .
          “My dear daughter , this is Prince Situbanda . He wants to propose to marry you. What do you think ?” asked regent Jayengrana .
          In fact , Dewi Perbawati did not like him but she was afraid of refusing him . Suddenly , she said to him .
          “I would like to be your wife with a condition .” said Dewi Purbawati hesitantly.
          “What condition , my Dear ?” asked Prince Situbanda .
          “You must be able to  open the forest of Surabaya !” replied Dewi Purbawati .
          Hearing the condition , Prince Situbanda asked for permission to return to go home and leave forthe forest of Surabaya .
          Meanwhile , in the Regent of Surabaya there was another guest , called Prince Jaka Taruna from Kediri regency . Prince Jaka looked at Purbawati crying in the park . Then Jaka came up to her .
          Purbawati cried and told what had just happened .
          “Why don’t you maryy me ??? Prince Situbanda wants to marry me .” Purbawati told him .
“I think Prince Situbanda is very powerful . He can open the forest of Surabaya easily .” said Jaka Taruna .
          Hearing that , then Prince Jaka Taruna met Regent Jayengrana to join the compitition . He did not want to lose Dewi Purbawati from his hands .
          Meanwhile , in the middle of the forest of Surabaya , Prince Situbanda was taking a rest when he heard a voice of wood cutting .
          “What are you doing here ?” asked Prince Situbanda .
          “I’m cutting the trees . Dewi Purbawati will marry to me if I can open this forest.” replied Jaka Taruna frankly .
          Prince situbanda got angry . He did not want anybody else to compete with him. He would kill anybody else who want to prevent him from getting married to her .
          Then there wa a fierce fight . Jaka Taruna was thrown away by Prince Situbanda. Jaka Taruna was clung to the branch of the tree .
          “Help ! Help ! Help !” shouted Jaka Taruna .
          Not far from there , there was a man called Jaka Jumput looking for leaves for medicine . He heard a person asking for a help . He was searching for the voice .
          “Help me , please . I will give you whatever you want , a special present , if you can help me .” begged Jaka Taruna .
          Then Jaka Taruna told the amn that he was fighting against Prince Situbanda . He tried to convince the man that he would keep his words .
          Jaka Jumput was interested in the present he offered . Then there was amore fierce fight between Jaka Jumput and Prince Situbanda . They fought intil sunset . Prince Situbanda was killed in the fight .
          Lookinh at the scene , Jaka Taruna went to Surabaya to report the news . He left Jaka Jumput in the forest alone . He did not thanks him . On the other hand , Jaka Jumput felt that there was something wrong . He was so sure that Jaka Taruna played a trick on him . Then he followed him to Surabaya .
          “Your majesty , Regent Jayengrana . I can kill Prince Situbanda .” said Jaka Taruna .
          “No , your majesty !! Not him !! but me !! Here is teh proof , Prabu Situbanda’s clothes .” Jaka Jumput said for sure .
          “Don’t believe him , Sir . He is a liar !” Jaka Taruna tried to convince .
          Then there was a fight between Jaka Taruna and Jaka Jumput in the yard of regency of Surabaya . Jaka Taruna lost in the fight , but he still claimed that he was the killer of Prince Situbanda .
          “Allright , who is telling a lie , you or Jaka Jumput ?” asked Regent Jayengran .
          Jaka Taruna kept silent . In fact , Jaka Jumput who had killed Prince Situbanda, but he did not want to lose Purbawati . He did not say a word . Jaka Taruna kept quiet. He said nothing .
          “Do you hear me or are you a statue ?” asked Regent Jayengrana again .
          Suddenly , Jaka Taruna turned into a statue called Joko dolog since then .

The End
         
         

                
 "BLANGKON YANG MENYATUKAN KITA"

·         Pelaku            :
1.     Abdillah Alif Alwi sebagai Paijo
2.    Purwanti Lelly Sabrina sebagai Tiar
3.    Yeni Nur Azizah sebagai Siti
4.   Alvin Novandi Ega Pradana sebagai Alex
5.   Mega Ayu Nurmalasari sebagai Bu Dian
·         Penokohan     :
1.     Paijo       : lugu , baik dan penyayang
2.    Tiar        : sombong , tulalit , kasar
3.    Siti         : lugu , penurut , genit
4.   Alex         : sombong , suka merendahkan orang lain
5.   Bu Dian    : genit , baik tetapi pemarah
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran baru setelah 3 minggu libur. Hal ini disambut oleh dua kawan akrab Alex dan Tiar. Alex merupakan anak Jakarta yang kaya dan Tiar merupakan anak Batak yang kasar. Teman teman di sekolahnya tidak ada yang berani mengganggu keduanya. Justru mereka tunduk pada keduanya.  Siti teman sekelas mereka sering di-bully  oleh Alex dan Tiar. Mereka sering menyuruh Siti mengerjakan PR dan mempermalukannya di depan umum.
Bu Dian sering menasehati Alex dan Tiar agar tidak melakukan hal buruk kepada Siti. Namun keduanya hanya berpura pura baik kepada Siti ketika ada Bu Dian. Setelah Bu Dian pergi keduanya kembali berperilaku buruk kepada Siti. Suatu hari Bu Dian datang ke kelas untuk memperkenalkan murid baru. Dia bernama Paijo, cowok asli Jawa  tulen yang tidak pernah melepaskan blankon dari kepalanya. Kedatangan Paijo di sekolah ini menambah keseruan cerita. Bagaimana kisahnya ?
Di dalam kelas Siti sedang membaca buku . Tiba - tiba Tiar datang dan memaki - maki Siti .
Tiar    : Hey Siti !!! Ternyata kau makin kampungan saja ya hahaha ( tertawa )
Siti     : Masak sudah cantik begini masih dibilang kampungan ( menatap Tiar dengan sinis )
Tiar    : Apa ?? Cantik ??
Siti     : Ya . Aku cantik kok
Tiar    : Iuhh .... Kau cantik ? Sudah pakai kacamata , bajunya kusut pula . Dasar kau anak babu !
Siti     : Tiar ! kenapa kamu selalu menghina saya ?
Tiar    : Memangnya kenapa ? kau mau menuntut aku , hah ?
Siti     : Tiiii .... dak .. Tiar ... tiii ...dak ... Saya minta maaf ( menundukkan kepala )
Tiar    : bagus kau ini
          Tiba tiba teman Tiar , Alex datang .
Alex     : Hai Bro
Tiar    : Hai juga Bro . Bagaimana kabar kau ?
Alex     : Gue baik Bro . Loe sendiri gimana ?
Tiar    : Buta kau ini , Aku sama Siti kau tak lihat rupanya?
Alex     : Maksud gua gimana kabar loe?
Tiar    : Aku baik hahaha
Siti     : Alex, kamu tidak tanya saya? ( Tiba - tiba menyahut pembicaraan Tiar dan Alex )
Tiar    : Hah kau ini siapa? Tak penting kau buat kami
Alex     : Yup…”
Tiar    : Alex jangan makanan saja yang kau pikirkan
Alex     : Siapa yang memikirkan makanan ?
Tiar    : Kau tadi bilang yupi. Mana punya aku permen yupi. Siti belikan Alex yupi !!!
Siti     : Maaf bukannya saya tidak mau. Tapi saya tidak punya uang ( wajah memelas )
Tiar    : Jadi kau tak mau hah ? (marah dan mendekat ke Siti)
Alex     : Sudah sudah jangan emosi loe Tiar. Gua tadi nggak minta yuppi tapi bilang yup alias
bener banget.
Tiar    : Oww gitu rupanya. Tak tahu lah aku ini. Kenapa kau tertawa ? Mau ku pukul kau ?
Siti     : Titidak. Aku tidak menertawakanmu, Tiar.
Tiar    : Baguslah. Kau tau diri.
Alex     : Siti, letakkan tas gue di kursi ! cepat !  ( Menyodorkan tasnya ke Siti )
Siti     : Baik, Alex. ( Mengambil dan meletakkan tas Alex )
Tiar    : Heh Siti, Alex tadi tak tanya kabar kau. Kenapa kau jawab baik
Siti     : Maksud saya, iya Alex.
Alex     : Aduh Tiar loe itu bego banget sih.
Siti     : (tertawa) ya kamu kampungan banget sih.
Tiar    : Apa kau bilang? Aku kampungan. Kurang ajar kau. Kau itu yang kampungan !!!
Siti     : A..mpun. maaf Tiar aku kelepasan.
Tiar    : Apa kau yang lepas ? ( garuk garuk kepala )
Alex     : Maksudnya tidak sengaja. Malu gua punya teman kayak loe. Tulalit banget.
Tiar    : Jangan bicara gitu kau. Tersinggung aku.
Alex     : Maaf bro jangan tersinggung. Aku hanya bercanda. Piece !
Tiar    : Siapa yang batuk ?
Alex     : Piece itu artinya damai. Wah loe harus les Bahasa Indonesia yang baik dan Bahasa Inggris
Tiar    : Tak maulah aku. Kau sajalah sana
Bel masuk berbunyi. Semua siswa segera duduk di tempat duduknya masing masing. Tiba tiba Bu Dian datang bersama seorang murid baru.
Bu Dian : Selamat pagi anak anak.
Semua  : Selamat pagi, Bu. ( serampak )
Bu Dian : Anak anak perkenalkan ini Paijo teman baru kalian. Dia pindahan dari SMA 1 Surakarta.
Paijo    silahkan memperkenalkan diri kepada teman temanmu.
Paijo   : Hallo teman teman perkenalkan nama saya Paijo Soehatta Djajadiningrat. Saya dari
Surakarta. Sekarang saya tinggal di perumahan Teratai.
Alex     : Eh Paijo,ngapain loe pakai peci memangnya mau ke masjid ? (tertawa)
Paijo   : Ini bukan peci tapi blangkon. ( Memegang blangkon yang ia kenakan )
Tiar    : Aku tau blangkon yang buat ngemis ngemis itu kan ?
Siti     : Bukan Tiar, kamu ngawur.
Tiar    : Apa kau? (marah dan wajah menantang)
Bu Dian : Sudah sudah jangan bertengkar. Paijo, silahkan kamu duduk disebelah Alex.
Paijo   : Nggeh, Bu.
          Setelah Paijo duduk di sebelah Alex , tiba tiba Siti mendatangi Paijo .
Siti     : Halo MPG ( wajah genit )
Alex     : Apaan tuh MPG ?? ( bingung dan garuk garuk kepala )
Siti     : MPG itu ..... Mas Paijo Ganteng
Paijo   : Sampean jangan gitu toh
Siti     : Perkenalkan Mas , nama saya Siti . Saya jomblo loh Mas
Paijo   : Opo toh jomblo itu ?
Tiar    : itukan rumah khas Jawa ( tiba tiba menyahut pembicaraan mereka )
Paijo   : Itu Joglo
Alex     : kenapa Loe Sit bilang ke Paijo tentang status Loe ? Gak penting banget menurut gue
Siti     : Ya sapa tahu Mas Paijo Ganteng ini mau daftar mengisi hati saya
Tiar    : Percaya diri banget sih loe sit !
Bu Dian : Sudah sudah yang dibelakang jangan ramai !! Buka buku paket Bahasa Indonesia kalian
halaman 85.
Semua  : Baik, Bu. ( Serempak )
Bu Dian : Jika sudah kalian baca , kerjakan halaman 100
Bel istirahat berbunyi.
Bu Dian : Baik anak anak waktu pelajaran saya sudah habis . Silahkan beristirahat ( merapikan
buku yang masih ada di meja )
Alex     : Heh Paijo, Ngapain loe pakai blangkon ? Kampungan tau.
Paijo   : Sampean ini bagaiman to ? Blangkon ini bagus, pakaian khas Jawa. Aku ini melestarikan
budaya Jawa.
Tiar    : Ya, tapi kau tak tahu tempat. Ini sekolah Jo, bukan gedung pernikahan. (tertawa)
Siti     : Betul itu kata Paijo, kita harusnya itu bangga dengan budaya Indonesia. Bukan malah malu
mengakuinya. ( Membela Paijo )
Alex     : Eh cupu, Ngapain loe ikut ikutan.
Paijo   : Alex sampean itu ndak boleh jahat sama Siti. Dia itu kan juga teman sampean.
Tiar    : Aduh kalian kompak ya. Sama sama kampungan, tak tahu malu dan saling membela.
Jodoh kalian. (Tertawa)
Alex     : Betul banget Tiar. ( Mengacungkan jempolnya )
Siti     : Memangnya beneran aku cocok sama Paijo. (tersipu malu)
Alex     : Sok imut loe. Ngaca dulu sana.
Tiar    : Alex tak tau kau rupanya Siti tak punya kaca.
Siti     : Aku punya kaca kok. Memangnya kenapa cinta kan buta.
Paijo   : Betul itu.
Siti     : Jadi Kamu suka aku. ( wajah Siti berseri seri )
Alex     : Aduh kenapa jadi kayak gini.
Tiar    : Kenapa kau? Kau jules ya ?
Siti     : Jealous, Tiar.
Tiar    : Itu maksud aku.
Alex     : Sorry ya gua nggak level.
Tiba - tiba Bu Dian datang.
Bu Dian : Ada apa ini dari tadi ribut ribut ?
Paijo   : Tidak ada apa apa, Bu. Biasa anak muda. (tersenyum)
Bu Dian : Kamu sudah makan, Mas Paijo ?
Paijo   : Belum, Bu. Jangan panggil Mas. Saya kan murid Ibu.
Bu Dian : kalau gitu ke kantin bareng yuk ! Ah umur kita beda 2 tahun kok.
Paijo   : Tapi Bu...
Bu Dian : Biar akrab aja Mas Paijo. (tersipu malu)
Siti     : Hem...hemm....
Bu Dian : Kenapa Siti ? Kamu batuk ?
Siti     : Nggak tau umur banget. Udah tua juga. ( memalingkan muka dari Bu Dian )
Bu Dian : Maksud kamu ?
Tiar    : Maksud Siti itu, Bu Dian jangan kegenitan
Bu Dian : Apa ? Kurang ajar kamu Siti . Berani kamu sama guru kamu !!
Siti     : Lagian Ibu ngapain nggoda Paijo? Dia kan milik saya.
Paijo   : Siapa yang bilang aku milikmu ?
Bu Dian : Tu kan Paijo itu calon pacar saya.
Tiar    : Alamak. Kenapa jadi rebutan Paijo ?
Alex     : Begini saja, Paijo suruh milih Siti atau Bu Dian ?
Tiar    : Setuju aku.
Alex     : Eh Jo, loe milih Siti atau Bu Dian ?
Siti     : Pilih aku saja Mas. Aku lebih cantik, lebih muda, dan gadis Jawa tulen.
Bu Dian : Saya lebih oke dan pintar. Tidak kampungan. Pokoknya kita itu saling melengkapi.
Paijo   : Baiklah aku memutuskan bahwa aku mencintai....
Siti     : Siti kan pastinya
Bu Dian: Dian Sosro lah. Dian Sosro paling sempurna
Paijo   : Blangkonku.
Semua  : Apa ? ( serempak )
Paijo   : Iya Aku mencintai blangkonku, bukan Siti atau Bu Dian.
Bu Dian : Ah Kamu pasti bercanda.
Paijo   : Saya serius Bu.
Tiar    : Sudahlah terima saja. Paijo itu tak mencintai kalian.
Siti     : Aduh sedih aku.
Alex     : Sudahlah tidak usah bertengkar. Cinta itu tidak bisa dipaksa.
Tiar    : Betul tu kata Alex . Bagaiman kalau Kita semua damai ?? Aku dan Alex sudah bosan untuk
mengerjai Siti dan Paijo.
Alex     : Sit, Jo maafin gua ya. Selama ini gua sering banget jahat sama loe berdua.
Tiar    : Aku juga minta maaf ya sama loe berdua .
Siti Paijo:  Ya, Kami memaafkan kok. ( serempak )
Alex     : Lalu bagaimana masalah cinta segitiga ?
Bu Dian : Ya sudahlah. Saya ikhlas jika cinta saya bertepuk sebelah tangan.
Siti     : Maafin saya ya Bu. Saya tadi kurang ajar sama Bu Dian.
Bu Dian : Saya jugan minta maaf sama kamu.
Paijo   : Begini dong, Blangkon yang menyatukan kita.
Tiar    : Maksud kau?
Paijo   : Lha iya, coba kalau saya tidak bilang kalau saya mencintai blangkon dan memilih salah satu
 dari kalian pasti masalah akan menjadi runyam.
Semua  : Benar juga. (tertawa)
Tiar    : Jadi masalahnya sudah selesai kan.
Semua  : Sudah Tiar.

SELESAI